Ini Dia Perbedaan Susu UHT dan Pasteurisasi

Penulis : Admin


Dipublikasi : 25 Feb 2020



Baking Lovers, susu cair sering digunakan dalam pembuatan kue dan roti. Pada kue/ cake,  susu cair berperan untuk memberi kelembapan, melembutkan tekstur, serta menambah aroma khas susu (selain dari butter). Sedangkan pada pembuatan roti, susu cair berperan sebagai pelarut bahan-bahan kering pada adonan, melembutkan gluten, menambah rasa dan aroma, serta digunakan untuk olesan roti yang hendak dipanggang. Olesan ini akan membuat warna permukaan roti menjadi lebih mengkilap. Kandungan gizi dalam susu cair lebih tinggi dibandingkan susu bubuk, karena tidak melewati banyak proses pengolahan saat pengemasannya.

Susu cair terdiri dari beberapa jenis, yaitu susu segar/ fresh milk, pasteurisasi, dan UHT. Susu segar merupakan susu yang didapatkan langsung dari pemerahan hewan mamalia, bisa dari sapi, kambing, kuda, domba, bahkan unta. Sebenarnya, susu yang baru didapatkan dari hasil pemerahan tentu saja masih steril. Namun proses pemerahan yang dilakukan bisa menyebabkan susu terkontaminasi bakteri yang berasal dari kulit atau kotoran sapi, peralatan memerah, tangan pemerah, dan tempat yang digunakan untuk menampung hasil pemerahan. Karena itu,  susu segar harus dipanaskan terlebih dahulu untuk mematikan bakteri yang mungkin ada selama proses pemerahan dilakukan.

 

 

Proses pemanasan pada susu ada dua jenis, yaitu Ultra High Temperature (UHT) dan pasteurisasi. Susu UHT dipanaskan dengan temperatur yang lebih tinggi daripada susu pasteurisasi, yaitu pada suhu 138℃ selama ± 2 detik, sehingga mikroorganisme yang ada pada susu akan hilang semua. Karena itu, susu ini kerap disebut sebagai susu steril. Sedangkan pada proses pembuatan susu pasteurisasi, susu dipanaskan pada suhu 72℃ selama ± 15 detik. Di proses pasteurisasi, tidak semua bakteri dimusnahkan. Namun hanya beberapa saja, terutama yang dapat menyebabkan penyakit.

Susu UHT dapat disimpan dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun, selama kemasan belum dibuka. Penyimpanannya cukup di suhu ruang (20-25℃). Namun susu UHT yang sudah dibuka dapat bertahan selama 3-4 hari dan harus disimpan di chiller. Sedangkan susu pasteurisasi hanya bisa dikonsumsi sekitar 1-2 minggu sejak tanggal produksi. Penyimpanannya harus selalu di dalam chiller (tidak boleh di suhu ruang).

 

 

Jadi, mana yang lebih baik, UHT atau pasteurisasi? Keduanya sama baik, Baking Lovers. Penggunaannya praktis karena tinggal dimasukan ke dalam adonan. Susu pasteurisasi memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dengan citarasa yang paling mendekati susu segar. Dari segi harga, susu UHT lebih ekonomis dibandingkan susu pasteurisasi.

Umumnya setiap merk susu cair sudah memiliki varian UHT dan pasteurisasi, dan penggunaan keduanya dapat saling menggantikan dalam pembuatan kue dan roti. Merk yang titan jual diantaranya Indomilk, Diamond, dan Frisian Flag. Jadi, tunggu apa lagi Baking Lovers? Pilih susu cair untuk kue dan roti terbaik Anda, hanya di Titan Baking.


Bagikan




Artikel lainnya

Dipublikasi : 10 Jun 2019

Sagu, tapioka, dan maizena sering membuat bingung Baking Lovers yang berbelanja di Titan. Apa ya, perbedaan ketiganya?

Dipublikasi : 06 Aug 2019

Gelatin banyak dimanfaatkan pada industri makanan, farmasi, dan kecantikan. Lalu, bagaimana penggunaannya dalam pembuatan kue?

Dipublikasi : 09 Dec 2019

Apakah Baking Lovers pernah menggunakan tepung premix? Kalau belum, yuk dicoba. Berikut ini beberapa kelebihannya.